Lembaga Pengkajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Allah Mengabulkan Ibarat Memberi Sebuah Kado

20160616_144131

foto bersama narasumber dan penerima hadiah buku.

Jumat, 17 juni 2016. Bulan Ramadhan telah berjalan dua pekan. Semangat untuk beribadah dan meningkatkan ilmu pengetahuan tetap menggelora di hati civitas akademika UMSurabaya. Hal itu terlihat dari antusias mereka untuk menambah wawasan dengan hadir pada acara bedah buku ” Kasih Ilahi Tak bertepi” karya Nur Cholis Huda, M.Si. Dalam acara ini juga hadir Najib Hamid, M.Si narasumber kedua dan Thoat Styawan, M.HI bertindak sebagai moderator. Acara yang di prakarsai Takmir masjid KH.Mansur ini dilaksanakan pada kamis siang 16 juni 2016 di gedung G.Lt.6 UMSurabaya.

Pada kesempatan ini Nur Cholis Huda mengatakan bahwa kasih tuhan kepada manusia sangatlah luas. Dibalik segala kesusahan pasti ada kemudahan. Sesungguhnya ketika manusia sedang berikhtiar dan berdoa, Allah terkadang memberinya dengan spesial. Ia membungkusnya dengan berlipat-lipat. Ibarat sebuah seseorang mendapatkan kado, ia antusias untuk membukanya. Namun bungkusnya berlapis-lapis. Ketika dibuka lapis pertama, tidak ia temui hal istimewa. Dibuka lapis berikutnya sedemikian seterusnya hingga ia medapatkan inti isi kado tersebut.

Begitu juga dengan segala permintaan manusia. Tuhan membungkusnya berlapis. Rezeki, jodoh, harta dan anak merupakan perhiasa kehidupan. Seperti ketika seseorang meminta dikaruniai seorang anak, ia terkadang harus berusaha bertahun-tahun, namun tidak ada, hingga hasilnya membuahkan hasil.Begitu juga dengan jodoh dan rezeki, Allah selalu membungkusnya untuk memberi sesuatu yang spesial bagi ummatnya. Kemudian Nur Cholis Huda, juga menambahkan beberapa kisah yang seperti mukjizat, seperti syeikh Ammar  lumpuh total namun masih punya istri dan anak yang normal padahal hidupnya terbaring dikursi roda.Beberapa kasus suami istri yang tidak punya anak,hingga mereka harus berusaha bertahun-tahun dan berkorban, kemudian tuhan memberinya.

Oleh karena itu, dibalik segala kesusahan dan kesulitan bagi manusia, janganlah membuat ia jauh dari tuhan. Justru disaat itu tuhan sedang berbicara. La takhof wala tahzan, innallaha ma’ana ( Jangan bersedih dan jangan khawatir sesungguhnya Allah bersama kita).

Sedangkan Najib Hamid, yang bertindak sebagai narasumber juga, mengawali penyampaian materinya dengan memberi pujian terhadap karya Nur Cholis Huda. Ia mengatakan, buku seperti punya pak nur ini tidak ada bandingannya di indonesia. Buku ini hanya satu-satunya. Selain itu, pada kesempatan ini juga Najib menghimbau kepada dosen dan karyawan untuk juga gemar menulis, PWM Jawa Timur siap membantu terkait penerbitan.